Wednesday, January 24, 2018

Jack The Ripper, Pembunuh Berantai Misterius



Bagi orang-orang yang senang dengan cerita misteri, pasti tahu dengan certia Jack The Ripper. Cerita Jack The Ripper sangat terkenal di seluruh dunia. Kasus yang sangat populer di kota asalnya, yaitu London ini sangat populer karena tak ada satupun informasi mengenai identitas sang pelaku. Masyarakat hanya tahu kalau dirinya muncul dengan jubah serba hitam, yang bertanggung jawab atas banyaknya kasus pembunuhan.

Pada awal kemunculan kasus pembunuhan berantai, nama Jack The Ripper belum pernah disebutkan sebagai pelaku yang bertanggung jawab. TIdak ada informasi mengenai pelaku pembunuhan, dan banyaknya surat yang masuk ke kepolisian dan media yang menggiring opini publik untuk memberi identitas bagi pelaku. Tidak ada satupun nama yang dipilih, sampai akhirnya ada satu surat yang masuk ke kepolisian dan mengaku bahwa dia adalah si pelaku, dan menyebutkan namanya sebagai Jack The Ripper.



Awalnya, polisi tidak menggubris surat ini, karena banyaknya orang yang mengaku bertanggung jawab atas kasuss pembunuhan yang terjadi. Namun karena ada beberapa surat yang masuk dengan gaya dan bentuk tulisan yang sama yang membuat kecurigaan polisi semakin kuat. Salah satu kalimat yang paling terkenal di dalam surat tersebut adalah "They say I'm a doctor... Hahahaha.."



Salah satu alasan paling kuat polisi mempercayai Jack The Ripper sebagai pelaku pembunuhan berantai adalah adanya potongan telinga dari korban yang telah dibunuh.

Korban Jack The Ripper, atau yang kerap disebut "Pembunuh Whitechapel" hanyalah 5 orang pelacur, walaupun ada beberapa pendapat yang mengatakan jumlahnya bisa lebih dari pada itu. Dan semua kegiatannya hanya dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan saja. Tetapi, kekejaman dan misteri yang dilakukannya membuat kasus Jack The Ripper sangat populer di seluruh dunia, hingga saat ini. Tidak banyak petunjuk yang bisa ditemukan mengenai motif dan siapa pelaku di balik semua pembunuhan ini. Hal yang diketahui oleh polisi hanya Jack The Ripper sangat mahir menggunakan pisaunya, mempunyai pengetahuan tentang anatomi tubuh, dan teknik memotong bagian tubuh dengan baik. Yang lebih hebatnya lagi, semua pembunuhan dilakukan di malam hari dengan cahaya yang sangat redup.

Segala misteri itu bermula pada tanggal 31 Agustus 1888 . Sekitar pukul 4.00 dini hari waktu setempat , seorang penduduk menemui mangsa pertama sang “devil” yaitu Mary Ann Nichols, 42, di Whitechapel, East End. Mayat wanita ini ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Terdapat sayatan pada rahang kiri korban, dan juga perutnya dibelah menggunakan pisau panjang, serta banyak luka tikaman di tubuh korban.

Pada 6 Agustus 1888 sebelum kasus pembunuhan Mary, seorang pelacur lainnya, Martha Tabram, 39, ditemui tewas di George Yard dengan luka tikaman benda tajam sebanyak 39 kali pada leher dan bagian kemaluan. Dari hasil autopsi terhadap jasad wanita itu , didapati leher sang korban turut digorok dan perutnya dibelah. Beberapa pihak berpendapat , pembunuhan Martha merupakan salah satu “hasil karya” Jack The Ripper. Sehingga banyak spekulasi mengatakan bahwa Martha merupakan korban pertama dari rentetan kasus pembunuhan berantai ini.

Delapan hari selepas kematian Mary , penduduk Whitechapel kembali di-gemparkan oleh penemuan sesosok mayat wanita. kali ini menimpa seorang pelacur, Annie Chapman , ia juga ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan. Mereka juga mendapati sebagian kulit perut Annie dibedah , tulang rusuknya dipotong-potong , isi perut dan organ-organ seperti jantung dikeluarkan dan diletakkan di bahu sang korban. Edannya lagi , sebagian kemaluannya juga dipotong.

Mangsa ketiga dan keempat Jack the Ripper ditemukan pada hari yang sama yaitu 30 September 1988. Kali ini korbannya adalah Elizabeth Stride, 45. Ia ditemui tewas berlumuran darah di Dutfield Yard kira-kira pukul 1.00 pagi dengan bekas cekikan dileher dan disinyalir ia mati kurang lebih 30 menit sebelum jasadnya ditemukan. Pada malam itu pula, polisi sekali lagi dikejutkan dengan penemuan mayat yang juga ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan , kira-kira 1.6 kilometer dari lokasi penemuan mayat Elizabeth. Korban kedua di hari itu adalah Catherine Eddowes, 46. Ia juga ditemukan dalam keadaan tewas berlumuran darah , ada bekas cekikan di lehernya, tubuhnya dibelah dari dada sampai selangkangan dan isi perutnya terburai keluar. Tidak ketinggalan rahimnya juga ikut dipotong dan dikeluarkan, mukanya hancur karena dikuliti, kelopak mata kanannya dicungkil , hidung dan telinganya hampir putus.

Sedangkan korban kelima diketahui bernama Mary Jane Kelly . “Ginger”, nama panggilan M.J.Kelly, juga ditemukan dengan kondisi yang sama mengerikannya dengan korban-korban lainnya. Jasadnya ditemukan pada 9 September 1988 , dikamar sewaannya yang berlokasi di Miller’s Court, off Dorset Street, Spitalfields.

Jack The Ripper diduga memiliki kebencian terhadap pelacur. Mungkin dia pernah disakiti atau ditinggalkan orang yang begitu disayanginya untuk bekerja sebagai pelacur ( 95% wanita di East End meninggalkan keluarga dan anak-anaknya untuk bekerja sebagai pelacur karena ekonomi yang benar-benar parah di tengah-tengah ibukota Inggris).

Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan2 di tubuh korbannya sangat rapih yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi/bedah kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus. kemungkinan besar masa lalunya suram. mungkin suram sekali. Dugaan polisi, pelakunya adalah tukang jagal, dokter, atau tukang cukur. Tidak harus dokter asalkan dia punya pengetahuan anatomi tubuh manusia.




Baca juga :
1. Kompetisi Menyetrika yang Tidak Biasa
2. Tempat Paling Dalam di Lapisan Bumi