Saturday, January 20, 2018

Mengenal Skizofrenia



Di kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah melihat orang yang mempunyai masalah kesehatan kejiwaaan, bahkan kita sering menyebutnya dengan "orang gila". Padahal, banyak sekali jenis-jenis kesehatan jiwa, orang yang dianggap mempunyai gangguan kesehatan kejiwaan tidak hanya orang-orang "gila" yang sering kita lihat di rumah sakit.

Di halaman ini, kita akan membahas tentang salah satu masalah kejiwaan, yang bernama Schizophrenia. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, Schizophrenia atau Skizofrenia adalah gangguang mental yang serius, ditandai dengan gangguan pikiran yang mempengaruhi bahasa hingga kontrol diri. Hal ini mencakup pengalaman psikotik, seperti mendengar suara atau delusi. Skizofrenia mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, bertindak, dan merasakan sesuatu.

Apa yang menyebabkan munculnya skizofrenia ?
Penyebab munculnya skizofrenia masih tidak pasti. Beberapa teori menyebutkan kalau skizofrenia muncul karena beberapa faktor, yaitu :
  • Genetik
    Para peneliti melihat kalau penyakit ini cenderung muncul karena diwariskan oleh anggota keluarga. Serupa dengan beberapa penyakit genetik, skizofrenia mungkin muncul saat tubuh mengalami perubahan hormon, serta fisik, atau setelah mengalami situasi dengan tingkat stress yang tinggi.
  • Biologis
    Ada juga peneliti yang percaya bahwa orang yang mengidap penyakit skizofrenia mempunyai reaksi kimia neurotransmitter, dopamin, glutamin, dan serotonin di dalam otak, yang tidak seimbang. Dimana ketidakseimbangan ini berpengaruh kepada cara otak seseorang bereaksi terhadap suara, penglihatan, penciuman, yang bisa berujung kepada halusinasi atau delusi. Tetapi beberapa peneliti beranggapan kalau munculnya skizofrenia karena perkembangan otak yang tidak sempurna ketika sesorang berada di dalam rahim.
  • Virus atau kelainan imun
    Skizofrenia juga mungkin bisa muncul karena lingkungan. Contohnya, seorang bayi yang sedang dalam kandungan ibunya yang sedang terkena penyakit mempunyai risiko lebih tinggi terkena skizofrenia di masa depan.

Tidak hanya banyaknya penyebab munculnya skizofrenia, tanda-tanda awal skizofrenia juga ada banyak, yaitu :
  • Mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada.
  • Merasa kalau terus diawasi.
  • Berbicara atau menulis sesuatu yang tidak jelas.
  • Posisi tubuh yang aneh.
  • Merasa acuh tak acuh di situasi yang penting.
  • Perubahan penampilan atau kebersihan seseorang.
  • Perubahan kepribadian.
  • Menarik diri dari kehidupan sosial.
  • Perilaku yang tidak biasa.
  • Susah tidur atau konsentrasi.
    Orang-orang yang mengalami kejadian di atas selama lebih dari 2 minggu, sebaiknya bertemu seseorang yang lebih mengerti tentang hal ini.

Ketika penyakit ini kambuh, seseorang tidak dapat membedakan hal yang nyata dan tidak. Penyakit ini juga mempunyai tingkat keparahan, frekuensi, durasi yang berbeda-beda, tetapi biasanya gejala yang terjadi akan menurun seiring umur pasien. Tetapi jika pasien tidak mengkonsumsi obat, lalu mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang, dan juga hidup di lingkungan yang mempunyai tingkat stress yang tinggi, gejala dapat terjadi lebih sering. Gejala-gejalanya dapat dibagi menjadi 2 :
1. Gejala positif : kelainan yang bertambah ke kepribadian seseorang
  • Delusi.
  • Halusinasi.
  • Ketidakteraturan berpikir dan berbicara.
  • Ketidakteraturan sikap.
2. Gejala negatif : sesuatu yang hilang dari seseorang
  • Penarikan diri dari lingkungan.
  • Apati.
Sebelum kita mendiagnosis diri sendiri, lebih baik kita menemui psikiater untuk berkonsultasi sehingga tidak adanya kesalahan informasi berdasarkan asumsi yang kita buat sendiri. Karena hal ini membutuhkan pelajaran mendalam tentang kepribadian seseorang.



Memang belum ada obat yang dapat menghilangkan penyakit ini, tetapi para penderita skizofrenia dapat mendapatkan perawatan yang bernama antipsikotik, yang menggabungkan dukungan psikologi dan sosial kepada pasien. Perawatan di rumah sakit pun tidak adakan memakan waktu lama, dan tidak bersifat memaksa, karena yang dibutuhkan pasien lebih banyak perhatian dan kesadaran diri orang-orang di sekitarnya. Tetapi penting untuk tetap mengkonsumsi obat yang ditentukan oleh dokter, untuk mengurangi jumlah kambuhnya skizofrenia.

Pasti ada di sekitar kita orang-orang yang yang terkena skizofrenia, tetapi kita atau bahkan orang tersebut tidak mengetahuinya. Tidak perlu untuk mengucilkan, karena hal itu dapat membuat kondisinya lebih parah, yang berujung kepada menjadi korban kekerasan fisik maupun verbal, hingga upaya bunuh diri. Karena menurut sebuah penelitian, ada 60ribu orang yang mempunyai penyakit skizofrenia di Indonesia, mereka banyak yang dipasung atau dikurung, karena dianggap gila, atau kemasukan setan, mengingat bahwa sebagian besar penduduk Indonesia masih percaya akan hal-hal mistis.




Baca juga :
1. 20 Kejadian Unik yang Tidak Disengaja (Part 1)
2. Houdini dari Florida