Sunday, January 21, 2018

Simulasi Penjara Stanford



Apa yang terjadi ketika seseorang biasa diberikan kekuasaan terhadap orang lain di suatu tempat ? Apakah orang tersebut akan tetap bersikap biasa, atau apakah orang itu akan menjadi seperti raja ?

Percobaan ini dilakukan oleh seorang dosen yang bernama Philip Zimbardo dari Universitas Stanford pada tahun 1971. Zimbardo ingin mencoba eksperimen ini karena banyaknya berita kekerasan yang dilakukan oleh sipir penjara di Amerika terhadap para narapidana disana. Kekerasan yang dilakukan muncul karena 2 faktor, para sipir penjara ingin menciptakan lingkungan yang disiplin, dan juga karena tindakan sewenang-wenang para sipir terhadap narapidana.

Akhirnya, percobaan ini dilakukan di Universitas Stanford pada tanggal 14 Agustus 1971 hingga 20 Agustus 1971, dengan Profesor Zimbardo sebagai ketua tim. Percobaan ini didanai oleh Angkatan Laut Amerika Serikat yang juga ikut menginvestigasi percobaan ini. Ruang bawah tanah fakultas Psikologi Universitas Stanford dibuat menjadi seperti penjara.

Sebanyak 70 mahasiswa yang berpartisipasi secara sukarela mengikuti wawancara, yang dilanjutkan dengan tes kejiwaan, rekap riwayat hidup, dan tes narkoba. Sehingga akhirnya mendapatkan 21 orang yang cocok untuk melakukan eksperimen. Ke 21 orang ini dibayar $15 per hari. Peran sebagai sipir dan narapidana dibagikan secara acak, sehingga dibagi menjadi 10 orang narapidana dan 11 orang sipir, Zimbardo juga ikut ambil peran sebagai kepala sipir.

Simulasi ini dibuat sedemikian rupa agar terlihat seperti asli. Diketahui, Zimbardo mengatakan kepada orang yang berperan sebagai sipir "Anda bisa membuat suasana yang mencekam, yang menakutkan bagi para tahanan, agar mereka berpikir kalau anda adalah yang memegang kekuasaan disini. Disini, anda mempunyai kekuatan, dan mereka tidak". Para sipir memakai seragam, bahkan, para sipir diberikan baton yang terbuat dari kayu

Sedangkan untuk para tahanan, mereka dikenai pasal perampokan bersenjata, ditangkap di rumah masing-masing oleh polisi lokal. Setelah sampai di "penjara", pakaian mereka dilucuti, disemprot dengan selang untuk membersihkan dirinya, kemudian harus memakai baju tahanan. Lalu mereka dimasukkan ke dalam sel yang sudah dibuat mirip seperti sel asli. Para tahanan harus berada di dalam sel siang dan malam hingga percobaan ini selesai.

Di dalam simulasi ini, para tahanan tidak dipanggil berdasarkan nama, tetapi dipanggil berdasarkan nomor yang ada di baju mereka. Tidak hanya itu, kaki para tahanan dirantai untuk mencegah mereka melarikan diri. Hal ini dilakukan untuk menurunkan derajat para tahanan, dan juga menghancurkan psikologis mereka.

Di hari pertama percobaan, sudah ada hukuman fisik berupa push up yang harus dilakukan oleh para tahana, yang akhirnya menjadi hukuman yang diterima hampir setiap hari oleh para tahanan. Pada hari ke dua, Zimbardo dikejutkan oleh tindakan pemberontakan yang dilakukan tahanan saat para sipir mau masuk ke dalam sel mereka. Para sipir tidak bisa diam saja, akhirnya salah satu sipir menyemprot para tahanan dengan alat pemadan kebakaran. Akhirnya sipir dapat masuk ke dalam salah satu sel tahanan, melucuti pakaiannya, dan mengambil tempat tidur tahanan, dan sejumlah kekerasan dilakukan kepada tahanan tersebut.



36 jam berlalu, salah satu tahanan bertindak seperti orang gila. Setelah dilakukan pengamatan, ternyata tahanan nomor 8612 memang benar-benar merasa stress dan depresi, sehingga Zimbardo melepaskannya, dan mengganti dengan relawan yang baru. Tidak sampai disitu saja, para sipir mempunyai ide untuk menggunakan hukuman psikologis, daripada hukuman fisik. Hal ini dilakukan untuk memecah belah para tahanan. Ada sekelompok orang yang diberikan fasilitas lebih oleh para sipir, dan ada yang tidak.

Percobaan yang semula dianggap biasa saja, ternyata menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan dan mencekam untuk para tahanan. Jam demi jam, hari demi hari terasa sangat lama. Zimbardo yang menjadi ketua sipir, berjaga di ruang bawah tanah, agar tidak ada tahanan yang kabur.

Pada akhirnya, eksperimen ini dihentikan di hari ke 6, setelah Christina Maslach yang merupakan pacar dari Profesor Zimbardo, merasa keberatan tentang kondisi di penjara tersebut. Padahal menurut Zimbardo, dari sekitar 50 orang mengobservasi eksperimen ini, hanya Christina lah yang mempertanyakan moralitas eksperimen tersebut. Karena Zimbardo tetap beranggapan bahwa semua hal yang dilakukan oleh para sipir masih belum melewati batas, mengingat sipir mempunyai kekuasaan atas para tahaanan yang ada di penjara.

Penelitian ini mendapat respon yang bebeda-beda dari orang-orang, tetapi respon yang paling banyak adalah kritikan keras terhadap eksperimen ini. Peter Gray, seorang psikolog berpendapat bahwa peserta cenderung melakukan apa yang diharapkan oleh para peneliti. Para penjaga dituntut untuk bersikap kejam.

Penelitian ini pun diangkat menjadi sebuah film berjudul "The Stanford Prison Experiment" yang dirilis pada tahun 2015, yang potongan film nya bisa anda lihat disini




Baca juga :
1. 40 Jenis Buah dalam 1 Pohon
2. 10 Kejadian Unik yang Tidak Disengaja (Part 1)