Monday, January 29, 2018

Terbentuknya Awan Jamur



Semuanya berawal dari sebuah ledakan yang menciptakan Awan Pyrocumulus, sebuah bola api dari gas-gas panas yang dipercepat ke segala arah. Karena bola api gas-gas yang dipercepat ini lebih panas, tetapi kurang padat dibanting udara disekitarnya, maka ia mulai naik. Hal inilah yang membuat terbentuknya awan seperti jamur sesaat setelah sebuah ledakan.

Dengan bola api yang terus naik, ia akan meninggalkan dara yang dipanaskan, menciptakan efek seperti cerobong yang menarik setiap asap dan gas. Hal ini membuat bentuknya menyerupai batang dari tumbuhan jamur.

Sedangkan, terbentuknya topi jamur yang melengkung ke bawah di sekitar bagian batang, adalah akibat dari perbedaan suhu di inti topi jamur dan tepi luarnya. Inti jamur yang lebih panas akan naik lebih cepat, meninggalkan tepi luar yang lebih lambat karena perbedaan suhu.



Setelah mencapai titik tertentu di dalam atmosfer, di mana kepadatan awan gas telah sama dengan kepadatan udara di sekitarnya, maka awan gas akan berhenti naik dan mulai menyebar, membentuk seperti topi yang sangat besar.

Seluruh proses di atas dikenal sebagai Ketidakstabilan Rayleigh-Taylor. Ketidakstabilan ini menggambarkan penggabungan antara 2 zat yang berbeda yang memiliki kerapatan dan kecepatan yang berbeda. Dalam kasus bom atom, kecepatan dan gas panas menciptakan kerapatan yang berbeda, yang disebabkan oleh ledakan.

Sebenarnya, tidak hanya ledakan bom atom yang membuat awan jamur. Ledakan besar apapun dapat menciptakan awan jamur, bahkan Letusan gunung berapi juga dapat menciptakan awan jamur alami. Yang dibutuhkan adalah energi yang cukup dan dilepaskan dengan cepat untuk menciptakan kantong material yang kepadatannya berbeda.



Mungkin anda juga memperhatikan bahwa setelah ledakan nuklir, selain terbentuk awan jamur yang sangat besar, kadang terbentuk juga cincin di atas bagian kepala jamur. Cincin tersebut dinamakan Winson Cloud, yang terjadi karena penurunan suhu, yang terjadi bersama-sama dengan menurunnya tekanan yang dapat menurunkan titik kondensasi yang cukup untuk menciptakan awan temporer.




Baca juga :
1. Melawan Api dengan Api
2. Tiang Besi yang Tidak Berkarat