Monday, January 29, 2018

Tidal Bore di Sungai Kampar



Bono adalah nama yang diberikan oleh masyarakat Teluk Meranti untuk gelombang ada ada di Sungai Kampar. Gelombang ini sebenarnya bernama Tidal Bore. Tidal Bore terjadi karena arus pasang yang terjadi di laut, lalu memasuki sungai.

Kecepatan air sungai yang menuju laut berbenturan dengan air air laut yang ingin memasuki Sungai Kampar menyebabkan gelombang atau ombak tersebut. Tidal Bore hanya akan terjadi ketika air laut pasang. Dan ombak ini akan menjadi lebih besar lagi jika pada saat air laut mengalami pasang yang besar diiringi dengan hujan deras di hulu Sungai Kampar.

Tidal Bore diawali dengan bunyi gemuruh yang akan semakin keras diiringi dengan besarnya ombak. Ombak yang mencapai kecepatan 40km/jam dan tinggi 6 meter akan menyebabkan banjir beberapa saat di tepian sungai.




Gelombang bono sebenarnya terdapat di 2 lokasi, yaitu di Muara Sungai Kampar, dan Muara Sungai Rokan. Para masyarakat setempat menyebut bono di Muara Sungai Kampar sebagai Bono Jantan karena lebih besar dibandingkan bono di Muara Sungai Rokan yang disebut Bono Betina.

Menurut kepercayaan warga, gelombang bono di Muara Sungai Kampar berjumlah 7 ekor, dimana bentuknya menyerupai kuda. Pada musim pasang mati, bono ini akan pergi ke Sungai Rokan untuk menemui bono betina, kemudian bersantai menuju Selat Malaka. Itulah sebabnya ketika bulan kecil dan pasang mati, bono tidak ditemukan di kedua sungai tersebut.

Dulu, ombak Bono dipercaya sebagai sesuatu yang mengerikan bagi penduduk sekitar, tetapi kini justru menjadi wisata andalan bagi Pelalawan dan juga Provinsi Riau. Gelombang yang terjadi biasanya akan berwarna putih dan coklat mengikuti warna air. Ada beberapa titik yang biasa digunakan masyarakat untuk sekitar melihat ombak bono, salah satunya adalah Tanjung Bebayang.



Para wisatawan juga bisa melakukan selancar di gelombang ini. Tidak hanya aktivitas air, biasanya terdapat pagelaran seni yang biasanya digelar di gedung serbaguna, yang berupa pencak silat dan permainan alat musik.




Baca juga :
1. Misteri Katak yang Meledak
2. Kehidupan di Lautan Terdalam