Saturday, February 24, 2018

Aksen Wanita Ini Berubah Dalam Semalam



Seorang wanita berumur 45 tahun yang bernama Michelle Myers, dari Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, mengalami sindrom yang langka yang bernama Foreign Accent Syndrome, yang membuat ia berbicara dengan aksen yang berbeda dari sebelumnya, meskipun dia belum pernah pergi keluar negeri.

Setelah mengalami pusing selama beberapa hari, Michelle beristirahat, dan kemudian bangun, tetapi tidak bisa berbicara, dan tubuh bagian kirinya lumpuh. Hingga akhirnya Michelle dibawa ke Rumah Sakit West Valley.

Para dokter mengatakan bahwa ia mengalami aphasia, kehilangan kemampuan untuk berbicara, stroke, dan juga kerusakan otak. Tetapi diagnosis yang diberikan salah karena Michelle dapat berbicara kembali.

"Tidak ada yang mengerti apa yang saya bicarakan, saya ingin mengatakan suatu hal, tetapi yang keluar hal yang lain. Saya berpikir "Apa yang salah dengan otak saya?"", kata Michelle. Tetapi tidka membutuhkan waktu lama untuk dapat berbicara dengan benar, tetapi dengan aksen yang berbeda.

Hal ini membuat para dokter terkejut, dan membawa Michelle ke psikiater. Psikiater yang menjalankan beberapa test kepada Michelle mengatakan bahwa ia didiagnosis terkena Foreign Accent Syndrome, salah satu penyakit langka, hanya ada 60 kasus yang tercatat sejak 1907.

Aksen ini tidak pernah hilang dari bulan Mei tahun 2015 hingga sekarang. Hal ini membuat kehidupan Michelle menjadi semakin berat, banyak orang yang menertawakan aksennya, Tetapi hari demi hari ia belajar untuk menerima hal tersebut, dan fokus untuk menyebarkan kesadaran akan sindrom anehnya tersebut.

Ternyata, penyakit ini tidak hanya datang sekali, pada tahun 2011, setelah mengalami pusing selama 3 hari, Michelle bangun dengan aksen yang berbeda, yaitu aksen Irlandia. Keluarga Michelle berpikir kalau ia hanya bergurau, tetapi kemudian mereka pun panik setelah mengetahui bahwa aksen tersebut benar-benar terjadi. Untungnya, kejadian itu hanya berlangsung sebentar, sekitar 8 hari.

Setelah kejadian itu, Michelle mengalami perubahan aksen pada tahun 2014, menjadi aksen Australia yang kemudian hilang di hari ke tiga. Kemudian pada tahun 2015, aksennya kembali berubah dan tidak menghilang hingga saat ini.




Baca juga :
1. Reruntuhan Di Atas Karang yang Membuat Ilmuwan Kebingungan
2. Suara Misterius Di Canadian City