Wednesday, February 14, 2018

Desa yang Memiliki 1 Ginjal



Hokse, sebuah desa kecil yang berada di Nepal sering disebut sebagai Kidney Village, atau Desa Ginjal. Sebutan ini diberikan karena banyaknya orang-orang yang tinggal di desa ini yang menjual salah satu ginjalnya. Mungkin aneh, tapi desa ini benar-benar ada. Mereka menjual ginjalnya karena satu hal, yaitu kemiskinan. Mereka harus membeli tanah dan rumah, dan juga membantu keluarganya.

Banyak makelar organ yang datang ke tempat ini untuk meyakinkan orang-orang di desa Hokse untuk menjual ginjalnya. Sejumlah trik dilakukan untuk mendapatkan organ tersebut, diantaranya mengatakan kepada warga desa bahwa ginjal akan tumbuh kembali, atau manusia dapat hidup dengan 1 ginjal.


Perlu diketahui, perdagangan organ di pasar gelap adalah bisnis yang sangat besar, tidak hanya di Nepal dan sekitarnya, tapi juga di dunia. Organ-organ yang telah dikumpulkan kemudian akan dijual kepada orang-orang yang membutuhkan dengan harga sampai 6 kali lipat.

Krishna Pyari Nakarmi, seorang pengacara dari People's Rights Nepal mengatakan bahwa orang-orang yang telah ditipu untuk menjual ginjalnya sering menjadi bahan pembicaraan di masyarakat kota. Dalam beberapa kasus, mereka dipecat dari pekerjaannya, karena menjual ginjal dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa diterima. Bahkan anak-anak mereka akan mendapatkan diskriminasi di sekolahan.


World Health Organization memperkirakan, tiap tahun terdapat 10.000 transaksi penjualan organ manusia di pasar gelap. Itu berarti lebih dari 1 transaksi terjadi setiap jam. Bahkan menurut Global Financial Integrity, hampir 7.000 ginjal diperoleh setiap tahunnya, dan menghasilkan keuntungan hingga lebih dari $700 Juta Dollar tiap tahunnya.

Karena hal ini, pada tahun 2007 Pemerintah Nepal mengeluarkan sebuah undang-undang yang melarang penjualan ginjal. Tidak hanya itu saja, mereka melakukan sosialisasi ke segala pelosok negeri.




Baca juga :
1. Sleepy Sickness yang Terlupakan
2. Devil Slide, Perosotan Alami di Utah