Monday, February 5, 2018

Keluarga yang Tinggal di Hutan Selama 40 Tahun



Hutan pinus Siberia adalah salah satu tempat yang paling terisolasi di dunia. Tidak hanya karena medan yang sulit untuk ditempuh, dan musim dingin yang sangat panjang membuat siapapun akan berpikir ulang untuk tinggal di daerah ini.

Hutan dengan luas sebesar lebih dari 5 juta kaki persegi merupakan rumah bagi banyak binatang, mulai dari beruang, rubah, hingga serigala, dan binatang-binatang lainnya yang memang bisa beradaptasi dengan lingkungan yang dingin ini. Rata-rata suhu di tempat ini adalah di bawah 0 derajat Celsius, dan dapat dipastikan mempunyai musim panas yang pendek.

Tetapi ternyata, ada 1 keluarga yang tinggal di Hutan Siberia. Pada tahun 1978, para peneliti Rusia menemukan 1 keluarga yang terdiri dari 5 orang, tinggal di sana lebih dari 40 tahun. Mereka adalah keluarga Lykov, yang hidup sebagai pertapa di pegunungan Sayan di Siberia dari tahun 1936 hingga para peneliti menemukannya tahun 1978.

Keluarga ini ditemukan sekitar 250km dari pemukiman terdekat, ,di daerah yang belum pernah terjamah sebelumnya. Awalnya keluarga ini tinggal di suatu kota di Rusia, tetapi pada tahun 1936, tentara Soviet membunuh kakak dari Karp Lykov. Setelah kejadian itu, dia mengumpulkan semua keluarganya, dan pindah ke hutan pinus Siberia, dan tidak pernah terlihat lagi.



Selama lebih dari 40 tahun, mereka tinggal di rumah kayu di dekat perbatasan Mongolia. Dengan alat yang sangat terbatas, Akulina, istri Karp Lykov bisa melahirkan 2 orang anak pada tahun 1940 dan 1943. Makanan utama mereka biasanya buah-buahan dan sayuran yang mereka tanam sendiri.

Keluarga ini juga belajar cara berburu tanpa menggunakan panah atau pistol, tetapi hasilnya kurang baik yang membuat kondisi keluarga ini semakin buruk. Kondisi menjadi lebih buruk lagi pada akhir 1950-an ketika sang istri, Akulina, meninggal dunia karena kelaparan, meninggalkan Karp dan keempat anaknya untuk bertahan hidup di hutan belantara Siberia.

Ketika para peneliti menemukan mereka, Karp menyambut tamunya dengan sangat baik, tetapi menolak untuk diberikan apapun, kecuali satu barang, yaitu garam. Karp tidak bisa menolak rasa garam setelah 40 tahun tidak merasakannya.



Keluarga ini menolak setiap kali diajak untuk kembali ke pemukiman, hingga pada akhirnya 3 anak Karp yaitu Dmitry, Natalia, dan Savin meninggal di musim gugur tahun 1981, 2 orang meningal karena gagal ginjal, dan satu meninggal karena pneumonia.

Setelah ditinggal oleh 3 anaknya, Karp dan anaknya, Agafia tetap menolak untuk hidup di desa terdekat. Hingga akhirnya Karp meninggal pada 16 Februari 1988, meninggalkan anaknya Agafia hidup sendiri di pegunungan Siberia.




Baca juga :
1. Tanaman-tanaman Sedatif di Dunia
2. Hilangnya Keajaiban Dunia ke 8