Friday, February 16, 2018

Madu yang Membuat Halusinasi


Di suatu daerah terpencil di Nepal, sebuah suku yang masih terisolasi yang bernama suku Gurung melakukan sesuatu hal yang melampaui batas manusia biasa. Mereka mencari dan mengumpulkan "mad honey", jenis madu yang mempunyai terkenal karena efek psikotropika.

Setiap 1 bulan dalam 1 tahun, mereka mencari lebah raksasa tebing Himalaya. Lebah ini adalah lebah yang paling besar di dunia. Dengan panjang dapat mencapai 3cm, lebah raksasa tebing Himalaya mengumpulkan nektar dari bunga beracun, yang membuat madu yang dihasilkan menjadi obat yang mempunyai sifat halusinogen dan afrodisiak.

Red honey atau mad honey, begitulah masyarakat menyebut madu yang diproduksi oleh lebah ini. Madu yang sangat jarang ditemui ini, dicari oleh orang-orang di seluruh dunia. Konon, madu ini dapat menyembuhkan diabetes, tekanan darah tinggi, dan meningkatkan gairah seksual. Bahkan masyarakat suku Gurung mengonsumsi 1 sendok madu setiap harinya.



Di samping segala manfaatnya, madu ini menjadi sangat terkenal karena sifat psikoaktifnya, dengan efek memabukkan. Bahkan, jika dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat menyebabkan masalah jantung dan halusinasi yang sangat hebat.

Proses mendapatkan madu ini sangat sulit. Lebah dengan julukan lebah paling besar di dunia, membuat sarangnya di tebing, ratusan kaki dari atas tanah. Dengan peralatan seadanya, para pengumpul madu harus mempunyai keberanian untuk berada di tebing, dengan lebah yang siap menyengat kapan saja.


Ketika para pemburu sudah di posisi, kawanan suku Gorong akan mengasapi sarang lebah, agar lebah keluar. Setelah lebah-lebah sudah keluar dari sarangnya, para pemburu akan memotong sarang tersebut dan jatuh ke dalam wadah yang lalu akan diturunkan memakai tali. Perlu diingat, bahwa pemburu madu hanya memakai tangga yang terbuat dari tali, tidak memakai pengaman, dan bersama-sama dengan lebah yang marah.

Proses mengambil madu ini dilakukan kurang lebih selama 3 hari, yang merupakan kegiatan sosial di suku tersebut. Biasanya, mereka mendapatkan madu sekitar 20-50 galon.

Tetapi karena banyaknya permintaan secara global, banyak orang yang mengumpulkan madu tidak pada musimnya, yang berdampak buruk pada ekosistem.



Baca juga :
1. Batu yang Berbunga
2. Desa yang Memiliki 1 Ginjal