Friday, February 23, 2018

Reruntuhan Di Atas Karang yang Membuat Ilmuwan Kebingungan



Di daerah terpencil di barat Laut Pasifik, terdapat reruntuhan kota yang bernama Nan Madol. Reruntuhan ini memiliki keanehan dan teka-teki yang hingga saat ini belum dapat dipecahkan oleh para peneliti.



Terdiri dari 92 pulau buatan yang sangat mirip dan berbentuk geometris yang dibangun di atas terumbu karang yang berada di sebuah laguna di sisi timur Pulau Pohnpei. Walaupun bangunan-bangunan yang ada mempunyai kerusakan yang parah, para peneliti memberi nama Venesia di Pasifik.

Nan Madol merupakan keajaiban di dunia teknik, dengan dinding basalt yang menjulang tinggi hingga 16 meter di beberapa tempat. Jika dilihat dari penentuan tanggal karbon, bangunan ini berumur sekitar 900 tahun, tetapi pulau kecil ini muncul sekitar abad ke 8 atau 9 Masehi.



Batu basalt yang menjadi dinding tersebut berasal dari lava gunung yang mengeras. Sedangkan gunung yang meletus berada di seberang Pohnpei. Hal ini membuat para peneliti penasaran, bagaimana orang-orang Pohnpei memindahkan batu tersebut, dengan teknologi yang ada di jaman itu.

Dan juga, setelah batu tersebut berhasil dipindahkan ke Nan Madol, para peneliti masih kebingungan tentang bagaimana cara mereka membuat dinding setinggi 16 meter memakai batu tersebut. Usaha untuk memindahkan batu ini memerlukan alat besar yang akan menyaingi teknologi pembangunan Piramida di Mesir, dengan total area 75 hektar, dan berat yang diestimasi mencapai 750.000 metrik ton.



Menurut legenda, kota ini dibangun oleh penyihir kembar bernama Olisihpa dan Olosohpa. Mereka mencari tempat untuk membuat altar untuk menyembah Sahpw, Dewa Pertanian. Kedua penyihir ini melakukan ritual untuk menerbangkan batuan-batuan basalt dan menumpukkannya.

Karena adanya legenda tersebut, tempat ini menjadi tempat yang sakral dan menyeramkan yang membuat banyak orang tidak berani untuk mengunjungi tempat ini. Walaupun sudah ditetapkan menjadi Warisan Dunia oleh UNESCO, hanya sekitar 1.000 turis datang kemari per tahunnya. Sangat sedikit dibandingkan warisan dunia yang lain yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan turis setiap tahunnya.



Baca juga :
1. Sel Manusia Di Embrio Domba
2. Socotra, Pulau Alien Yang Menakjubkan