Friday, February 2, 2018

Siput yang Melakukan Fotosintesis




Mungkin anda tidak percaya jika ada hewan unik yang setengah tubuhnya bersifat hewan, dan setengahnya lagi bersifat tanaman. Mungkin anda tidak percaya, tetapi inilah kelebihan binatang ini. Siput dengan nama Elysia chlorotica memiliki klorofil dalam tubuh mereka, yang berguna dalam membuat makanan dari bantuan sinar matahari, sama seperti fotosintesis pada daun yang dimiliki tanaman.

Elysia chlorotica sering ditemukan di rawa-rawa, kolam renang, dan sungai yang dangkal, dan biasanya di sepanjang pantai timur Amerika Serikat, hingga wilayah utara Kanada. Mereka dapat tumbuh hingg 60mm, namun yang paling sering ditemukan memiliki panjang 20-30mm.

Awalnya, seekor Elysia chlorotica muda berwarna kemerahan atau keabu-abuan, namun setelah mereka mulai makan dan mempertahankan sel kloroplasnya, mereka akan berubah warna menjadi hijau terang. Perlu diketahui, bahwa warna hijau ini juga membantunya untuk menyamarkan diri dari predator, karena itu adalah satu-satunya metode perlindungan yang dimiliki.



Meskipun begitu, Elysia chlorotica mampu bertahan hidup dari fotosintesis tanpa makan hingga 1 tahun. Namun, kloroplas hanyalah salah satu bagian yang diperlukan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi. Sebab, memiliki kloroplas tanpa gen yang diperlukan untuk fotosintesis, maka hewan ini hanya dapat mensintesis makanan saja.

Yang membuat Elysia chlorotica menarik adalah, tidak hanya mengambil kloroplas dari ganggang saja, tetapi mereka juga menggabungkannya ke dalam DNA nya sendiri. Ini adalah contoh menarik dan unik dari transfer gen horizontal.

Ternyata, selain Elysia chlorotica, ada juga spesies untuk yang mirip, yaitu Costasiella kuroshimae. Spesies ini juga memiliki perilaku yang sama dengan Elysia chlorotica, dan dapat ditemukan di kepulauan Ryukyu, Jepang.




Baca juga :
1. Toko yang Berada di Tebing
2. Misteri Mata Gurun Sahara