Monday, February 19, 2018

Sosialita yang Mengurung Diri di Kamar Hotel Selama 24 Tahun



Cerita Ida Wood mungkin adalah cerita terbaik tentang pertapa yang menimbum uangnya. Dia adalah seorang sosialita New York di akhir abad ke 19 sebelum dia mengurung diri di suatu kamar hotel di Herald Square Hotel, Manhattan. Selama 24 tahun Ida tidak pernah keluar dari kamarnya, dan hanya mengeluarkan beberapa sen setiap harinya.

Ketika Ida hendak diusir dari kamar tersebut, dia berumur 93 tahun, ditemukan banyak kertas obligasi dan saham yang disimpan di dalam kotak sepatu. Tidak hanya itu saja, dia juga menyimpan perhiasan, termasuk beberapa kalung permata di salah satu kotak. Di kamar tersebut juga ditemukan uang sebesar $500.000 di dalam gaunnya.

Pada bulan Maret 1932, akhirnya Ida Wood melakukan interaksi dengan dunia luar. Ida keluar menangis meminta pertolongan karena adiknya yang sedang sekarat. Orang-orang pun langsung berdatangan untuk menolongnya, dan terkejut dengan apa yang ada di dalam kamar tersebut.
 


Akhirnya pihak hotel membayar pengacara untuk Ida. Walaupun Ida mengaku kalau dia tidak mempunyai uang, walau di kamarnya ditemukan banyak sekali obligasi, saham, perhiasan, dan uang tunai. Hal ini membuat media membuat berita berjudul "Seorang pertama berumur 93 tahun yang sangat kikir"

Hal ini membuat salah satu pengacara yang bernama Morgan O'Brien Jr. penasaran, dan dia memulai untuk melakukan investigasi. Pihak manajer hotel mengatakan kalau dia tidak pernah bertemu penghuni kamar nomor 522 selama 7 tahun dia bekerja di hotel tersebut. Bahkan para pelayan kamar tidak pernah masuk ke kamar ini. Mereka hanya memberikan sprei, selimut, serta makanan melalui celah pintu.

Semua hal ini membuat Morgan semakin penasaran. Sudah sangat jelas bahwa Ida adalah seorang pertama yang kikir, dan jika dilihat masa lalunya, Ida merupakan sosialita, dan istri kedua dari Benjamin Wood, seorang pengusaha ekspedisi dan mempunyai New York Daily News (berbeda dengan yang ada sekarang).


Setelah mendapatkan petunjuk, akhirnya diketahui bahwa Ida pertama kali datang ke New York pada tahun 1857, berumur 19 tahun dan bertekad untuk menjadi orang lain. Dia mendengarkan gosip dan mempelajari gaya hidup sosialita. Sampai akhirnya dia mengaku kepada Benjamin Wood kalau dirinya adalah anak dari Henry Mayfield, seorang petani tebu di Louisiana. Tidak butuh waktu lama untuk Ida menjadi istri kedua dari Benjamin.

Ida adalah orang yang bisa mengatur keuangannya, berbeda dengan Benjamin yang royal dan merupakan penjudi dengan taruhan yang besar. Kadang, Benjamin menulis surat permintaan maaf kepada Ida atas hobi berjudinya. Sampai akhirnya mereka berdua setuju untuk membuat kesepakatan, Ida tidak akan mengganggu kecanduan bermain judinya selama Benjamin membayar sejumlah uang jika Benjamin kalah berjudi, dan akan membagi 50 persen kemenangan Benjamin jika ia menang. Jika Benjamin sudah tidak mempunyai uang, Ida akan memberinya uang tetapi diganti dengan kepemilikan saham perusahaannya.

Benjamin meninggal pada tahun 1990, dan hampir seluruh kekayaanya berpindah ke tangan Ida. Ida mendapatkan segalanya lebih dari yang dia harapkan.Tetapi hal ini tidak membuat Ida nyaman, dia menjadi paranoid tentang hartanya.

Mentalnya mulai memburuk, tetapi yang paling menyiksanya pada tahun 1907. Dia menarik semua uangnya dari bank, menjual semua rumah, dan perusahaan korannya. Dengan semua harta yang dia miliki, Ida pindah ke kamar hotel, dan tidak pernah keluar selama 24 tahun.




Baca juga :
1. Bilangan Prima Terbesar Ditemukan
2. Batu Yang Berbunga