Wednesday, February 28, 2018

Tumbuhan Yang Menyala



Para peneliti dari MIT membuat terobosan penting dalam usaha mereka untuk membuat tanaman yang dapat bersinar dalam gelap menjadi kenyataan. Hal ini disebut dengan Plant Nanobionics, dilakukan dengan cara memasukkan nano partikel ke daun tanaman selada air yang menyebabkan tanaman tersebut mengeluarkan cahaya redup selama tiga setengah jam.

Tujuan selanjutnya adalah untuk membuat tanaman yang dapat bersinar cukup terang untuk menerangi ruangan, dan jika berhasil, mereka ingin membuat tanaman menjadi lampu jalan. Tetapi tujuan utama tim ini adalah untuk mengganti alat-alat elektronik yang ada di saat ini.

"Tujuannya adalah membuat tanaman yang mempunyai fungsi seperti lampu di meja belajar, sebuah lampu yang tidak perlu anda colok. Sinarnya berasal dari metabolisme tumbuhan tersebut." kata Michael Strano, seorang profesor ternik kimia di MIT, dan penulis senior tentang tanaman nanobionik.



Sebelumnya, para peneliti telah meneliti tentang tanaman yang dapat mendeteksi bahan peledak, kemudian mengirimkan informasi tersebut ke sebuah perangkat cerdas. Para peneliti juga telah meneliti tentang tanaman yang dapat memonitor tingkat kekeringan.

Saat ini, mereka memutuskan untuk membuat tanaman yang dapat menghasilkan cahaya, karena cahaya menyumbang sekitar 20 persen konsumsi energi di seluruh dunia, dan juga tanaman ini dapat mengurangi kadar CO2 secara signifikan.

"Tanaman dapat memperbaiki dirinya sendiri, dan mereka memiliki energi sendiri, serta dapat beradaptasi dengan lingkungan yang ada. kata Strano. "Ini adalah ide yang sempurna" lanjutnya.

Komponen utama dari tanaman ini adalah luciferase, enzim oksidatif yang terdapat di kunang-kunang. Luciferase mengubah molekul yang disebut lucifein menjadi oxyluciferin, yang memnyebabkan memancarkan cahaya. Tim MIT mengemas komponen ini ke dalam pembawa nanopartikel yang terpisah, yang dibuat dari bahan  yang dikategorikan oleh U.S. Food and Drug Administation sebagai bahan yang aman.

"Target kami adalah merawat tanaman tersebut dari bibit menjadi dewasa, agar dapat bertahan hidup seperti tanaman pada umumnya. Pekerjaan kami sangat serius untuk membuka pintu untuk mengganti lampu jalan" kata Strano

Bagian menariknya adalah, para peneliti dapat mematikan cahaya di tanaman tersebut, dengan menambahkan inhibitor luciferase, yang menghasilkan tanaman yang dapat mematikan lampu pada kondisi tertentu sebagai respon terhadap kondisi lingkungan, seperti terkena sinar matahari.




Baca juga :
1. Laki-laki yang Buang Air Besar 1 Bulan Sekali
2. Orang Yang Tidak Pernah Lupa