Tuesday, March 13, 2018

Daging Daur Ulang Yang Dijual Kembali



Kehidupan di daerah kumuh di Kota Manila merupakan hal yang sulit, dan menyediakan makanan di meja merupakan tantangan besar. Hal inilah yang menyebabkan "pagpag" menjadi sangat populer.

Pagpag atau dalam bahasa Tarong merupakan debu yang terlepas dari pakaian atau karpet, tetapi di daerah kumuh ini berarti daging yang diambil dari tempat pembuangan akhir, dibersihkan, lalu dimasak kembali menjadi makanan murah.

Pagpag telah lama menjadi makanan pokok di daerah kumuh di Filipina, namun dalam beberapa tahun terakhir, makanan ini menjadi bisnis yang menguntungkan bagi pemulung dari pemilik restoran keccil yang membeli daging yang dibuang dengan harga murah, kemudian memasaknya kembali.

Pemulung yang dulu hanya tertarik dengan logam dan plastik, saat ini menjadi fokus untuk mencari makanan sisa dan kadaluarsa yang berasal dari restoran cepat saji dan supermarket. Mereka mencari di tempat sampah, memasukkannya ke dalam plastik, dan menjualnya agar mendapat keuntungan.



1 plastik pagpag biasanya dijual dengan harga 20 Peso (sekitar 5.000 Rupiah), dan pemilik restoran akan memasaknya menjadi beberapa porsi hidangan murah yang dijual dengan harga 10 Peso. Tetapi sebelum dimasak kembali, pertama-tama mereka harus mencuci daging tersebut untuk membuang sampah dan tulang yang ada. Kemudian dicampur dengan berbagai saus, sayuran, dan rempah-rempah.

Pagpag pernah menjadi pilihan terakhir bagi kebanyakan masyarakat di daerah kumuh untuk bertahan hidup, karena tidak adanya uang, dan juga harga bahan makanan yang semakin tinggi tahun demi tahun.

Beberapa orang yakin bahwa pagpag aman untuk dikonumsi karena dicuci sebelum dimasak. Bahkan tidak sedikit orang-orang yang menyebutnya bahwa pagpag adalah makanan yang lezat. Namun Lembaga Kesehatan Filipina menegaskan bahwa pagpag sebagai risiko kesehatan yang sangat berbahaya.

Kadang-kadang makanan yang dibuang akan disemprotkan dengan disinfektan sebelum dibuang, dan hal ini membuat daging yang dibuang mengandung banyak patogen berbahaya seperti salmonella.

Salome Degollacion, seorang tetua dari kawasan kumuh di Helping Land, mengatakan kepada CNN bahwa banyak orang yang telah meninggal karena pagpag, namun ketika anda tidak memiliki pilihan lain untuk dimakan, saya kira risiko ini layak untuk dilakukan.

"Ini adalah penghinaan pribadi, orang miskin harus makan dari piring orang lain. Tetapi ini adalah mekanisme bertahan hidup bagi orang yang sangat miskin" kata Melissa Alipalo, seorang aktivis sosial. "Mereka terdorong untuk melakukan hal ini karena mereka tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan" tambah Maria Theresa Sarmiento, manajer kesehatan dan gizi di Philippine Community Fund.

Dengan tidak adanya solusi yang nyata, popularitas pagpag terus naik, dan dengan hal ini, risiko kecarunan makanan dan kondisi kesehatan lainnya akan terus mengancam orang.




Baca juga :
1. Obat Tetes Mata Yang Dapat Memperbaiki Kornea
2. Kembar Tiga Yang Terpisah Sejak Lahir