Thursday, March 22, 2018

Pedang Legendaris Sang Kaisar Perancis



Banyak senjata legendaris yang menjadi bagian penting dari sebuah cerita perang, mitos-mitos, sihir, yang membuat orang tertarik dan kemudian berimajinasi tentang senjata-senjata ini.

Tetapi, ketika kita berpikir tentang senajta legendaris, sebagian besar dari kita akan berpikir tentang pedang yang dimiliki oleh King Arthur. Sebenarnya, banyak senjata legendaris lainnya yang harus kita ketahui.

Salah satunya adalah kisah tentang pedang Joyeuse, pedang untuk menobatkan raja-raja Perancis yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Beberapa sejarawan juga mengaitkan pedang ini sebagai pedang yang membantu The Great Charlemagne untuk menyatukan Eropa Barat, yang membuatnya disebut sebagai "Father of Europe".

Pedang Joyeuse, yang sekarang dapat dilihat di Louvre Museum, Paris, Perancis, merupakan salah satu pedang yang paling misterius yang pernah dibuat. Bernama "La Joyeuse" yang mempunyai arti "gembira" dalam bahasa Perancis.

Pedang misterius ini ditempa oleh seorang pandai besi legendaris yang bernama Galas, yang menurut legenda menghabiskan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan pedang ini. Legenda mengatakan bahwa pedang ini sangat terang, dan dapat lebih terang dari matahari.

Sama seperti Excalibur, pedang King Arthur, yang konon katanya memiliki kemampuan untuk membutakan seseorang dalam medan pertempuran. Selain itu, dikatakan juga bahwa La Joyeuse dapat berubah warna hingga 30 kali sehari, dan orang yang menggunakan pedang ini diyakini tahan terhadap racun apapun.

Joyeuse mendapatkan reputasi yang baik di seberang Benua Lama dengan cepat, dan kemudian dikenal sebagai "pedang yang menaklukkan Eropa". Kebanyakan sejarawan setuju bahwa pemiliki senjata legendaris ini adalah Kaisar Charlemagne, yang dikatakan menggunakan kekuatan gaibnya  untuk menyatukan Eropa Barat pada abad ke 9.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi pada pedang ini ketika Kaisar Charlemagne meninggal pada tahun 814, tetapi 1 hal yang pasti, reputasi pedang ini terdengar oleh orang-orang di Eropa. Banyak orang yang kagum pada pedang ini, yang menambahkan cerita mistis di dalamnya selama bertahun-tahun.

Diceritakan bahwa selama Perang Roncevaux Pass, Kaisar Charlemagne kehilangan pedang ini. Kemudian sang Kaisar menjanjikan hadiah yang sangat besar bagi siapa saja yang dapat menemukan pedang ini. Beruntung baginya, salah satu prajuritnya berhasil menemukan pedangnya.

Selama beberapa abad kemudian setelah kematian Kaisar Charlemagne, keberadaan pedang Joyeuse tidak jelas diselimuti misteri sampai akhirnya dipakai untuk penoobatan Philip the Bold pada tahun 1270.

Sampai hari ini, tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti apakah pedang Joyeuse yang saat ini berada di Museum Louvre asli atau tidak. Tetapi satu hal yang pasti adalah peadng ini tetap menjadi simbol kekuatan yang besar, saksi penaklukkan Eropa Barat, dan yang paling penting adalahpedang ini merupakan salah satu pedang paling terkenal dalam sejarah.




Baca juga:
1. Apa Yang Terjadi Saat Sel Mati
2. Pria Yang Mempunyai Ruangan Kosong Di Otaknya