Thursday, March 8, 2018

Pria Yang Berkemah Di Hutan Karena Ingin Menjauhi Istrinya



Seorang pria bernama Malcolm Applegate, berusia 62, yang berasal dari Birmingiham, Inggris mengejutkan dunia karena hidup di hutan selama 5 tahun, hanya untuk pergi dari istrinya yang cerewet.

Malcolm yang bekerja sebagai tukang kebun dari di sepanjang hidupnya memang menyukai taman. Baru setelah dia menikah, sekitar 13 tahun yang lalu, hidupnya berubah menjadi buruk. Dia mengklaim bahwa hubungannya dengan istrinya berjalan dengan baik.

Tetapi ketika dia semakin sibuk dengan pekerjaan, istrinya menjadi orang yang mengendalikannya, sampai pada titik dimana ia harus memotong jam kerjanya hanya untuk menyenangkan istrinya. Ketika omelan istrinya terlalu banyak, Malcolm memutuskan untuk mengemasi barang-barangnya, dan pergi. Alih-alih pindah ke rumah teman dan mengajukan cerai, Malcolm hilang begitu saja.

Malcolm berencana untuk mengendarai sepedanya hingga ke London, tetapi saat sampai di Oxford, sepedanya dicuri oleh orang, yang kemudian membuat Malcolm harus berjalan kaki sekitar 3 mingu. Dan dia akhirnya menetap di hutan lebat di Kingston, membuat kemah pada malam hari, dan bekerja di taman pada siang hari.

"Saya berkemah dengan 2 orang lainnya. Dan kami biasa pergi ke taman untuk mencuci dan mandi. Tidak ada yang tahu kami berkemah di hutan, dan tidak akan ada yang masuk ke hutan" kata Malcolm.

Malcolm berkemah di hutan selama 5 tahun sebelum akhirnya pindah ke Emaus Greenwich, sebuah tempat penampungan tunawisma di Greenwich, London Selatan. Keinginan pria ini untuk menjauh dari istrinya begitu hebat bahkan dia tidak pernah menghubungi keluarganya untuk memberitahu mereka bahwa ia masih hidup.



Baru-baru saja ia menghubungi adiknya, yang rupanya telah mencarinya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berdamai dengan fakta bahwa kemungkinan ia telah meninggal.

"Sudah 10 tahun saya tidak melihatnya, kupikir dia mengira aku sudah mati. Saya menulis surat kepadanya begitu saya tinggal di Greenwich, dan kemudian dia menelepon saya dengan banjir air mata, dan sekarang saya memiliki hubungan yang dekat kembali dengan adik saya" kata Malcolm.

Dia mengatakan bahwa tinggal di tempat penampungan tunawisma bukanlah suatu yang buruk, dibandingkan dengan pengalaman dia berkemah selama 5 tahun di hutan yang lebat. Rencana Malcolm untuk menjauh dari istrinya memang sangat ekstrem, tetapi setidaknya hal itu berhasil.




Baca juga :
1. Rumah Yang Hilang Di Inggris
2. Pohon Yang Membantu Orang Mendapatkan Jodoh