Tuesday, March 20, 2018

Pria Yang Mempunyai Ruangan Kosong Di Otaknya



Dokter yang merawat pasien yang mengeluh berulang kali karena ia kehilangan keseimbangannya membuat penemuan tak terduga. Pasien yang berusia 84 tahun ini memiliki ruangan kosong sebesar 3,5 inci di otaknya.

Dan saat ini, pria itu telah dirujuk ke ruang gawad darurat oleh dokternya di Irlandia Utara. Dia mengatakan kepada dokternya tentang kehilangan keseimbangan sehingga sering jatuh selama berminggu-minggu, dan kaki tangan bagian kiri yang terasa sangat lemas.

Menurut laporan tersebut yang diterbitkan oleh BMJ Case Reports, pasien yang tidak diketahui namanya tersebut dalam laporan tersebut, tidak memiliki gangguang visual atau bicara, dan tidak tampak bingung atau memiliki kelemahan pada wajahnya.

"Hal yang paling membuat saya prihatin dengan pasien ini adalah gangguan keseimbangan yang merupakan gejala awal penyakit stroke" kata Dr. Finlay Brown, yang menulis laporan pasien ini dan merupakan dokter umum di Belfast.

Para dokter melakukan pemindaian otak untuk mengidentifikasi tanda-tanda pendarahan atau kerusakan otak yang disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat. Tetapi apa yang mereka temukan sangat tidak biasa.

Pemindaian memperlihatkan bahwa di bagian otak pasien terdapat ruangan kosong, yang sering juga disebut dengan "pneumatocele" di bagian lubuh frontal kanan pasien sebesar 3,5 inci.

"Kami segera tahu bahwa ada sesuatu yang sangat tidak normal. Awalnya kami pikir mungkin pasien itu tidak pernah memberi tahu bahwa ia pernah melakukan operasi atau mempunyai kelainan, tetapi pasien menegaskan kalau ia tidak pernah melakukan hal itu" kata Dr. Finlay.

Ruangan kosong yang berada tepat di belakang frontal sinus dan di atas cribriform plate. yang memisahkan rongga hidung dan rongga karnial.

"Ini adalah kasus yang sangat langka" kata Dr. Alan Cohen, profesor bedah saraf di Rumah Sakit Johns Hopkins, yang tidak  terlibat dalam kasus ini.

Ketika pneumatoceles hadir di otak, kondisi ini sering disebut dengan pneumocephalus, paling sering menekan frontal lobe, yang memainkan peran besar dalam gerakan otot. MRI juga menunjukkan tumor tulang jinak atau osteoma, yang terbentuk di sinur paranas, dan terkikis melelui dasar tengkorak. Yang membuat udara bocor ke rongga tengkorak.

"Ini seperti botol soda yang terbalik, kadang-kadang bisa ada katup satu arah, dimana udara masuk dan tidak bisa keluar" kata Dr. Alan. Tekanan dari rongga udara mungkin menyebabkan stroke ringan di frontal lobe pasien, mengakibatkan kelemahan tubuh bagian kiri, dan ketidakstabilan.

Namun, karena usia dan faktor kesehatan lainnya, pasien tersebut menolak untuk operasi dan memilih perawatan konservatif. "Kami menangani pasien stroke akut dan membuatnya nyaman saat menunggu masukkan khusus" kata Dr. Finlay.

Ketika pasien kembali untuk kunjungan, dia merasa lebih baik lagi dan tidak lagi mengeluh tentang kelemahan tubuh bagian kirinya.

Karena kurangnya penelitian yang mengevaluasi pneumocephalus, prognosis yang tepat untuk pasien seperti ini tetap tidak jelas. "Pertanyaan dalam kasus orang ini adlaah, kita tidak tahu apakah lebih banyak udara masuk atau keluar, yang menyebabkan ketidakstabilan neurologis" kata Dr. Alan




Baca juga :
1. Perumahan Khusus Vegetarian Di Rusia
2. Babi yang Bisa Membuat Lukisan