Friday, April 20, 2018

Amfibi di Ambang Kepunahan



Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti dan pemerhati lingkungan telah bekerja sama untuk memberitahu masyarakat tentang menurunnya populasi amfibi secara drastis di dunia.

Herpetologists (orang yang mempelajari ilmu tentang reptil) menyadari hal ini pada tahun 1980an, tetapi banyak pihak yang menyangkal laporan ini karena mungkin hal ini memang karena seleksi alam saja.

Tetapi pada tahun 1990, para ahli kembali menyuarakan pendapatnya tentang kehidupan katak, kodok dan salamander. Menurut mereka, dari sekitar 6.000 spesies yang diketahui tinggal di Bumi, hampir 2.000 spesies berstatus terancam punah.

Amfibi merupakan indikator untuk kesehatan lingkungan. Binatang ini mempunyai kulit yang halus yang dapat menghisap racun dari lingkungan. Amfibi juga bergantung pada lingkungan akuatik dan darat selama hidupnya. Kesimpulan yang paling logis adalah, populasi amfibi menurun drastis akrena habitat mereka yang semakin buruk.

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya populasi amfibi, contohnya habitat yang rusak, polusi, dan spesies baru atau invasif. Tetapi penelitian juga mengungkapkan bahwa habibat asli amfibi yang jauh dari manusia, mengalami penurunan populasi yang signifikan.

Saat ini para peneliti sedang meneliti fenomena tersebut dalam skala global, untuk mencari penjelasan. Perubahan iklim, wabah penyakit, dan meningkatnya radiasi sinar UV menjadi faktor yang mungkin berkontribusi dalam hal ini.

Tidak ada jawaban yang mudah untuk pertanyaan ini. Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor kompleks yang menjadi 1, yaitu :

  • Spesies asing : populasi amfibi dapat menurun karena adanya spesies asing yang muncul di habitat mereka. Amfibi dapat menjadi buruan spesies asing tersebut, atau spesies asing ini mencari sumber makanan yang sama dengan amfibi sehingga terjadi kompetisi.
  • Eksploitasi berlebihan : populasi kodok, katak, dan salamander menurun karena mereka ditangkap untuk dijual atau dikembangbiak oleh manusia.
  • Hancurnya habitat : habitat asli mereka menjadi faktor penting untuk amfibi melakukan reproduksi dan bertahan hidup, berubah atau hilangnya habitat amfibi mempunyai efek yang sangat buruk.
  • Perubahan Global : perubahan global dapat terjadi karena perubahan iklim, radiasi sinar ultraviolet (UV), atau perubahan udara, karena perubahan ini berdampak pada perubahan air dan kekeringan.
  • Wabah penyakit : banyak amfibi yang terkena infeksi jamur Chytrid, kasus ini pertama kali ditemukan pada populasi amfibi di Australia, tetapi kemudian ditemukan juga di Amerika Tengah dan Amerika Utara.
  • Pestisida : Penggunaan pestisida dimana-mana mempengaruhi populasi amfibi. Pada tahun 2006, diketahui bahwa senyawa yang ada di dalam pestisida membuat perubahan pada amfibi, yang berpengaruh terhadap reproduksi, merusak perkembangan, dan amfibi menjadi lebih mudah terjangkit penyakit.




Baca juga :
1. Ayah 9 Anak Menceraikan Istrinya Setelah Mengetahui Bahwa Dirinya Mandul
2. Robot AI Pertama Yang Mendaftar Sebagai Walikota