Sunday, April 22, 2018

Bangkai Kapal Selam Misterius Di Laut Panama



14 tahun lalu, seorang arkeologis yang bernama Jim Delgado menemmukan sesuatu yang menakjubkan. Ketika ia melewati Pulau San Telmo, Kepulauan Archipelago, Panama, ia menyadari bahwa daerah itu dikenal dengan sebuah kapal selam Perang Dunia II yang tenggelam.

Terinspirasi dengan cerita dan sejarah tersebut, Jim berpikir untuk menemukannya. Untungnya, dari kapal yang sedang ia naiki, ia melihat sesuatu yang menjulang di pulau tersebut, benda itu berkarat, dan Jim merasa ia harus pergi untuk menyelidikinya.

Jim berhasil menemukan kapal selam yang terdampar di daerah itu. Namun kapal tersebut bukanlah kapal selam Jepang, dan juga bukan kapal selam dari Perang Dunia II yang sering diceritakan. Hal ini membuat Jim menjadi lebih tertarik, ia pun memutuskan untuk menyelidiki kapal selam misterius itu.


Jim membutuhkan hampir 2 tahun untuk menemukan nama kapal selam tersebut. Teman Jim menemukan blueprint tua dari sebuah majalah tahun 1902, tercatat blueprint tersebut ditandatangani oleh Julius H. Kroehl pada tahun 1864. Majalah tersebut menyatakan bahwa ada bangkai kapal di sekitar Pulau San Telmo, persis dengan apa yang ditemukan Jim.



Lalu Jim menemukan artikel New York Times tahun 1866, menurut artikel tersebut, Julius Kroehl, seorang pembuat kapal selam pertama yang dapat sepenuhnya berada di bawah air, dan melakukan perjalanan di bawah air, menguji kapalnya di sungai dan kemudian tenggelam. Jika cerita ini benar, kapal selam yang ditemukan oleh Jim adalah Sub Marine Explorer milik Kroehl.

Tetapi jika kapal selam ini miliknya, bagaimana kapal selam ini bisa sampai ke Panama jika hanya dilakukan percobaan di sungai New York ? Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata uji coba di sungai New York berhasil, dan kemudian kapal selam ini dibawa ke Panama untuk digunakan untuk mencari mutiara.

Kapal selam ini berhasil untuk mencari mutiara selama beberapa waktu. Namun ada hal aneh, semua orang yang berada di kapal tersebut mengalami demam dan dekompresi. Setahun setelah kapal ini berada di Panama, Kroehl meninggal karena dekompresi. Kapal ini seperti dikutuk karena berbahaya bagi kesahatan, kemudian kapal ini dibawa ke suatu pulau, dimana Jim menemukannya hampir 130 tahun kemudian.




Baca juga :
1. Seorang Pria Yang Percaya Bahwa Ia Menjadi Gay Karena Obat Penghilang Rasa Sakit
2. Amfibi Di Ambang Kepunahan