Saturday, April 28, 2018

Kura-kura Berambut Hijau Ditambahkan Di Daftar Hewan Terancam Punah






Kura-kura Sungai Mary (Elusor macrurus) tidak seperti makhluk yang aanda lihat sebelumnya, dan ada alasan untuk itu, ini adalah sebuah spesies luar biasa yang berada di ambang kepunahan.


Kura-kura air yang mempunyai panjang 40cm, memiliki lubang hidung yang lebar, dan mempunyai rambut yang bagus ini, hanya dapat ditemukan di Sungai Mary, Queensland, Australia.

Hewan ini adalah salah satu spesies yang paling terancam punah di planet ini. Itulah sebabnya Zoological Society of London (ZSL) sekarang telah memberi peringkat 29 kepada kura-kura ini pada daftar spesies reptil yang paling rentan punah.

"Reptil sering dianggap sebelah mata dalam hal konservasi dibandingkan binatang lainnya, seperti burung dan mamalia" kata Rikki Gumbs, koordinator daftar ZSL Evolutionarily Distinct and Globally Endangered (EDGE) untuk reptil.

"Daftar Reptil EDGE menyoroti betapa unik, rentan, dan menakjubkan makhluk-makhluk ini sebenarnya" lanjutnya.

Sayangnya, penampilan unik dari kura-kura Sungai Mary menjadi daya tarik tersendiri. Sekitar tahun 1960-an hingga 1970-an, kura-kura adalah hewan peliharaan yang populer, yang membuat kura-kura ini diburu.

Setiap tahun selama 10 tahun, lebih dari 15.000 anak kura-kura ini dikirim ke toko hewan peliharaan di seluruh Australia, dan setelah bertahun-tahun menjarah anak kura-kura, manusia berhasil mendoros spesies ini ke jurang kepunahan.

Saat ini, para konservasionis sedang berjuang untuk menjaga spesies unik tersebut agar tetap hidup. "Sama seperti harimau, badak, atau gajah, penting sekali untuk melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan hewan-hewan unik yang sering dilupakan ini" kata Rikki.


Kura-kura Sungai Mary mempunyai banyak keunikan, yang tidak dimiliki oleh kura-kura modern lainnya.

Misalnya, ia memiliki ekor yang panjang, yang dapat tumbuh hingga 70% dari panjang cangkangnya, dan juga memiliki alat di bawah dagunya, yang memunkinkan kura-kura tersebu merasakan dasar sungai yang lembut.

Kura-kura ini pun bernafas melalui pantatnya, memiliki struktur insang di dekat bagian belakangnya, yang memungkinkan menghidup oksigen di bawah air hingga 3 hari.

Pada tahun 2009, ketika pembangunan mengancam habitat makhluk yang sudah terancam punah itu, serangkaian foto kura-kura dengan "rambut" ganggang hijau mengubah spesies itu menjadi maskot lokal bagi para konservasionis. Setelah protes publik atas dampak lingkungan, akhirnya mereka membatalkan bendungan tersebut.

Tetapi, perjuangan masih belum selesai. Para ahli memperkirakan bahwa total populasi kura-kura ini telah menurun drastis.

"Jika kita kehilangan spesies ini, maka tidak akan ada yang seperti mereka yang tersisa di Bumi" tutup Rikki.




Baca juga :
1. Seorang Wanita Mengeluarkan Implan Payudaranya Menggunakan Cutter
2. Pedang Di Bawah Mata Stonefish