Sunday, April 29, 2018

Pemain Skateboard Tunanetra



Orang buta masih bisa menjalani kehidupan normal dan melakukan sebagian besar hal yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang sangat normal, tetapi membayangkan orang yang mengendarai skateboard bukanlah salah satunya. Tetapi, pemain skateboard buta yang berusia 20 tahun ini membuktikan sebaliknya.

Marcelo Lusardi, atau yang dikenal dengan nama The Blind Rider, kehilangan penghilatannya secara total sejak 2 tahun lalu, ketika ia didiagnosis mengidap Leber hereditary optic neuropathy (LHON),  sebuah gangguan genetik yang tidak dapat disembuhkan, yang disebabkan oleh mutasi pada DNA mitokondria.

Pada awalnya, ia mulai melihat semacam noda di mata kanannya. Setelah itu, ia kehilangan penglihatan di mata kanannya secara total. Dokter memberitahu bahwa LHON telah mempengaruhi mata kirinya juga, dan ia akan segera menjadi buta sepenuhnya.



Lahir di Argentina, tetapi saat ini Marcelo tinggal di Santiago de Compostela, Spanyol, Marcelo ingat bahwa ia kehilangan penglihatannya begitu cepat, sehingga ia tidak bisa mengatasinya sebelum hal itu terjadi.

Marcelo mengalami depresi, ia tidak bisa membayangkan hidup tanpa penglihatan. Untungnya, seorang teman ayahnya membantunya untuk menerima kondisinya, dan mendorong Marcelo agar ia tidak menyerah.

Akhirnya, Marcelo mulai keluar dan pergi ke taman skate, dimana dia biasa bergaul dengan teman-temannya dan mencoba trik baru. Hanya kali ini, dia harus menggunakan tongkat agar sampai di taman.

Setelah reuni yang menyentuh, teman-teman Marcelo mengatakan bahwa ia masih salah satu dari mereka, dan bahwa ia harus kembali ke skateboard. Dan entah bagaimana, Marcelo menemukan kekuatan untuk melakukannya, tetapi ia belajar dengan cara yang keras bahwa "skating blind" benar-benar berbeda.

Dengan bantuan teman-temannya, dan belajar menggunakan indra lainnya, serta tongkat untuk mengarungi skate park, Marceloo tidak hanya belajar naik skateboard lagi, tetapi juga melakukan trik-trik, yang bahkan orang dengan penglihatan sempurna, kesulitan untuk melakukannya.

Taman yang ia kunjungi sejak berumur 11 tahun adalah tempat terbaik untuk mempraktikkan trik-trik baru. Marcelo juga dapat melakukannya di tempat lain, selama ia memeriksa tempat tersebut sebelumnya.

"Semuanya memiliki solusi dalam hidup. Lihatlah saya, saya bermain skateboard, kemudian menjadi buta, dan sekarang saya bermain skateboard lagi. Tentu saja tidak sebaik sebelumnya, tapi aku masih bsia melakukannya" kata Marcelo.

Marcelo masih berhatap bahwa suatu hari seseorang akan menemukan obat baru untuk LHON, dan dia akan mendapatkan penglihatannya kembali. Sementara itu, ia melakukan yang terbaik, dan menginspirasi orang-orang.




Baca juga :
1. Sekolah Mengganti Jam Analog Karena Murid-muridnya Kesulitan Untuk Membaca Waktu
2. Seorang Wanita Mengeluarkan Implan Payudaranya Menggunakan Cutter