Tuesday, April 24, 2018

Transplantasi Penis Secara Total Pertama di Dunia



Setelah 14 jam operasi, seorang veteran militer Amerika Serikat mempunyai penis dan scrotum yang baru, semua berkat transplantasi. Transplantasi secara total di dunia ini dilakukan pada akhir Maret lalu di Rumah Sakit Johns Hopkins.

Pihak rumah sakit mengumumnkan bahwa sejauh ini, operasi tersebut berjalan dengan lancar. Pasien yang tidak disebutkan namanya tersebut telah dapat berjalan berkeliling dan seharusnya dapat meninggalkan rumah sakit minggu ini.


"Ini adalah operasi transplantasi penis ke empat yang sukses di dunia" kataRichard Redett, direktur klinis program transplantasi genitourinari Rumah Sakit John Hopkins mengatakan dalam jumpa pers hari ini.

Para dokter yakin bahwa pasien akan dapat buang air kecil melalui penis barunya, tetapi untuk mendapatkan kembali sensasinya, akan membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 6 bulan.

Kaki, penis, skrotum, dan perut bagian bawah sang pasien hancur karena alat peledak rakitan di Afghanistan. Tidak hanya ia saja, setidaknya sekitar 1.300 pria di angkatan bersenjata pulang dengan cedera alat kelamin dan organ kemih, dan rata-rata mereka berusia 24 tahun.

Salah satu pengobatan yang dilakukan adalah merekonstruksi penis dari potongan dan jaringan dari bagian tubuh yang lain. Tetapi ada beberapa korban yang sangat terluka, seingga kadang-kadang tidak cukupnya jaringan untuk melakukannya. Dan transplantasi penis mungkin menjadi solusi, tetapi untuk saat ini prosedurnya masih bersifat eksperimental.

Operasi yang dilakukan pada veteran ini telah dilakukan sejak tahun 2013. Hal ini dikarenakan persiapan teknis yang panjang, termasuk operasi tiruan pada mayat, mencocokkan donor dan penerima yang lebih sulit daripada organ padat seperti ginjal, dan juga mencocokkan golongan darah, usia, serta warna kulit mereka.

Tim memutuskan untuk tidak mencangkok testis. Menurut Damon Cooney, seorang profesor bedah plastik dan rekonstruktif di Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins, dengan testikel, penerima transplantasi dapat menjadi ayah dari seorang anak yang memiliki DNA donor. Dan menurutnya masih banyak pertanyaan etis yang belum terjawab untuk melakukan hal tersebut.

Seluruh operasi ini melibatkan 11 ahli bedah dan waktu 14 jam yang selesai pada tanggal 26 Maret. Dan sejauh ini, pasien sembuh dengan baik. "Saya merasa lebih normal sekarang. Sepertinya untuk sekarang, saya baik-baik saja" kata sang pasien.




Baca juga :
1. Menginfus Pohon, Mungkinkah ?
2. Bangkai Kapal Selam Misterius Di Laut Panama