Sunday, April 8, 2018

Ulat Yang Dapat Berteriak



Ulat adalah makhluk yang jarang bersuara, namun ada ulat yang bernama Nessus sphinx hawkmoth caterpillar, yang menghasilkan bunyi klik yang digunakan sebagai mekanisme pertahanan diri.

Serangga adalah makhluk yang tidak mempunyai paru-paru, tetapi beberapa dari mereka sangat berisik. Manusia dan kebanyakan vertebrata lain membuat suara dengan mengeluarkan udara dari tubuh mereka, tetapi serangga dan larva tidak punya kemampuan itu.

Akhirnya mereka beradaptasi, menggosok, mengetuk, atau menggetarkan bagian-bagian tubuh mereka untuk menghasilkan suara yang khas.

Ulat Nessus sphinx hawkmoth mempunyai mekanisme untuk melindungi diri. Ketika terancam, ia menghasilkan suara aneh yang menyerupai kombinasi retak dan meludah, dengan mendorong udara melalui penyempitan antara 2 ruang depan, meskipun tidak mempunyai paru-paru.

Kemampuan menghasilkan suara ini telah membuat bingung ilmuwan selama bertahun-tahun, tetapi baru-baru ini sebuah tim peneliti di Carleton University, Ottawa, Kanada, berangkat untuk memecahkan misteri ini.

Untuk dapat melakukan eksperimen ini, mereka menjebak ngengat betina dan mengangkat telur mrereka ke laboratorium. Setelah ulat sepenuhnya tumbuh, para peneliti mengepung mereka denan miskrofon yang kuat dan mulai mensimulasikan serangan predator, dengan cara mencubit ulat menggunakan pinset logam, sehingga mereka akan membuat suara pertahanan diri.

 Mikrofon membantu peneliti untuk mengetahui darimana suara berasal. Ternyata, suara yang dihasilkan berasal dari mulut, yang terus mereka buka untuk memancarkan suara statis. Suara statis ini berasal dari dalam tubuh mereka, tetapi peneliti belum mengetahui dari mana suara tersebut berasal, karena terkendala masalah teknologi.

Untungnya, Craig Merrett, asisten profesor di Departemen Teknik Mesin dan Penerbangan di Universitas Clarkson, New York, punya gagasan lain. Daripada mencari petunjuk di dalam tubuh ulat, dia memutuskan untuk menganalisis gelombang suara yang dihasilkan oleh ulat, dan membuat model untuk menguji berbagai teori yang ada.

"Dia menyimpulkan bahwa, berdasarkan modelnya, frekuensi ini cocok dengan model untuk aliran udara yang bergejolak" kata peneliti senior Jayne Yack dalam sebuah pernyataan.

Para peneliti mengatakan bawha mekanisme penghasil suara yang mirip ketel, yang bersiul ketika uap terbentuk dan dipaksa keluar melalui lubang kecil.

Para peneliti mungkin telah memecahkan bagian dari teka-teki, tetapi misteri terbesar pada kasus ini belum juga terpecahkan, bagaimana ulat menarik udara ke dalam usus mereka, dan mendorongnya keluar ? Mereka tidak mempunyai paru-paru atau kantong udara lainnya, sebaliknya, udara memasuki tubuh mereka melalui lubang-lubang kecil di sepanjang perut mereka.




Baca juga :
1. Jejak Kaki Tertua Di Amerika Utara
2. Pria Yang Berlari Sejauh 15.000 Mil