Wednesday, July 4, 2018

Seorang Pria Membuat Kuil Di Bawah Tanah Selama 23 Tahun



Levon Arakelyan berusia 44 tahun pada tahun 1985, ketika istrinya meminta untuk menggali sebuah lubang penyimpanan kentang di bawah rumahnya di desa Arinj, wilayah Kotayk, Armenia. Setelah selesai membuat lubang penyimpanan, ia melanjutkan untuk menggali setiap hari selama 23 tahun.

Levon adalah seorang pedagang, tapi ia menjadi tertarik dengan menggali. Istrinya, Tosya, yang sekarang menjalankan kuil bawah tanahnya sebagai tempat wisata, mengatakan bahwa dia termotivasi oleh serangkaian visi dan mimpi di mana suara misterius menyuruhnya untuk terus menggali.

Dikatakan bahwa Levon menggali selama 18 jam sehari, setiap hari selama 23 tahun.

Pada awalnya ia kesulitan, karena ia harus menghancurkan batu basalt yang keras, tetapi setelah beberapa meter di bawah permukaan tanah, batu vulanik yang lebih lembut yang membuat pekerjaannya menjadi jauh lebih mudah.

Komplek bawah tanah milik Levon mempunyai luas 280 meter persegi, dan mencapai 20 meter di bawah tanah. Terdiri dari 7 kamar yang terhubung oleh koridor dan tangga yang diukir di batu karang.

Dindingnya dihiasi dengan berbagai ukiran artistik, mosaik, pahatan, bahkan altar kecil. Melihat semuanya, tampaknya hampir mustahil untuk dipercaya bahwa ia hanya menggunakan palu dan pahat, tanpa memakai alat-alat modern.



"Suami saya tidur 3-4 jam semalam, dan benar-benar menempatka hati dan jiwanya ke dalamnya, kalau tidak, dia tidak bisa menyelesaikan ini" kata Tosya kepada hetq.am.

Selama 23 tahun Levon menggali, ia kurang lebih mengangkat 450 truk bermuatan puing-puing, memakai ember logam. Dia memberikan semua puing tersebut ke perusahaan lokal yang menggunakannya di berbagai proyek konstruksi.

Levon meninggal pada usia 67 tahun, tahun 2008. Dia terkena serangan jantung, tapi istrinya percaya bahwa yang membunuhnya adalah pekerjaan dan kurangnya istirahat.



"Dia menghancurkan kesehatannya untuk lubang ini" kata Tosya.

Tosya mengatakan bahwa hinga hari ini ia masih merasa sedih setiap kali ia turun ke kuil yang Levon buat, karena dia diingatkan bahwa dia tidak lagi bersamanya, tapi Tosya merasa bangga atas apa yang telah Loven capai.

Pekerjaan selama 23 tahun ini sekarang menjadi objek wisata di Arinj. Lantai pertama rumahnya dipenuhi dengan barang-barang yang berhubungan dengan pekerjaan Levon, termasuk sepatu bot, palu, pahat, dan yang lainnya.

Levon dan Tosya memiliki empat anak perempuan dan 12 cucu. Tetapi menurut Tosya, anak dan cucunya tidak ada yang tertarik untuk memperluas kuil bawah tanah peninggalan Levon.






Baca juga :
1. Pulau Surtsey, Sebuah Pulau Yang Baru Berumur 50 Tahun
2. Pria Asal Tiongkok Ditolak Wanita Lebih Dari 80.000 Kali